Urostachya densa (Ridl.) Rauschert, 1983


Sebelum di deskripsikan sebagai Eria densa Ridl. anggrek ini sudah lama dipelihara di Kebun Raya. Anggrek ini telah mengalami dua kali ditransfer ke genus baru. Genus yang paling sesuai adalah Urostachya. Rauschert  mentrasfer anggrek ke genus tersebut sehingga namanya menjadi Urostachya densa (Ridl.) Rauschert, 1983.

Pada basionym, Henry Nicholas Ridley mencantumkan bahwa di Kebun Raya anggrek ini sudah lama di label dengan nama Eria Musaefolia. Tapi sayang dia tak bsia menemukan referensi dimana Eria Musaefolia di publikasi, padahal nama itu sangat cocok menggambarkan anggrek ini. Akhirnya Ridley membulikasi dengan nama baru sebagai Eria densa kala itu.

Menurut Ridley anggrek ini sangat banyak kemiripan dengan Eria floribunda Ridl..

Descripsi asli. photo detail dan daerah sebaran anggrek ini tersedia di tautan LINK.

Typus : 
Bukit Larut, dan Bukit Hermitage,Perak, Peninsular Malaysia.
Havilan, Sarawak, Kalimantan (Borneo) Utara, Malaysia Timur.

Homotypic Synonyms:
Eria densa Ridl., J. Linn. Soc., Bot. 31: 281 (1896).
Urostachya densa (Ridl.) Rauschert, Feddes Repert. 94: 471 (1983).
Pinalia densa (Ridl.) W.Suarez & Cootes, Orchideen J. 16: 71 (2009).

Urostachya densa (Ridl.) Rauschert



Urostachya densa (Ridl.) Rauschert



Urostachya densa (Ridl.) Rauschert



Urostachya densa (Ridl.) Rauschert




Note :
Photo photo diambil insitu  oleh Lutfian Nazar di Taman Nasional Tajung Puting, Kalimantan Tengah (Borneo), Indonesia, tanggal 23 January 2013.



By Unknown with No comments

Robiquetia borneense (Rchb.f.) V. Agustin, com. nov.

This is allied to Robiquetia spathulata (Blume) J.J.Sm., 1912. Plant from Borneo already namely as Saccolabium borneense Rchb.f., 1881. According to trinomial nomeclature the name proposed to be
Robiquetia spathulata (Blume) J.J.Sm. 1912 subsp borneense Rchb.f., 1881. If using binomial nomenclature the name proposed to as new combination as a tittle in this site.
(V. Agustin, 15022013)

Characteristic :
This is a botanical curiosity, very promising in its fine, broad, short, unequally bilobud leaves, as long it is not in flower ; finally it produces a noddmg dense raceme of Sarcanthoid flowers of a peculiar ochre-cinnamon colour. The sepals and petals are oblong acute, connivent. The spur of the lip is elavate and depressed, with an abrupt broad top. The side laciniae are rounded and toothletted, the middle lacinia almost terete with an apiculus. It was introduced from Borneo, and has just flowered with Mr. W. Bull. It is near Saccolabium densiflorum Lindl., and its allies, H, G. Rchb.f.

Homotypic Synonyms:
Saccolabium borneense Rchb.f., Gard. Chron., n.s., 15: 563 (1881).
Robiquetia borneense (Rchb.f.) V. Agustin,  com. nov.

Robiquetia borneense (Rchb.f.) V. Agustin



Robiquetia borneense (Rchb.f.) V. Agustin



Robiquetia borneense (Rchb.f.) V. Agustin



Robiquetia borneense (Rchb.f.) V. Agustin

Basionym
Saccolabium borneense Rchb.f., Gard. Chron., n.s., 15: 563 (1881).



Distribution: 
Borneo
42 BOR MOL? PHI? SUL?


Lifeform:
Epiphytic cham.



Note :
Photo photo diambil insitu  oleh Lutfian Nazar di Taman Nasional Tajung Puting, Kalimantan Tengah (Borneo), Indonesia, tanggal 23 January 2013.

By Unknown with No comments

Aporum prostratum (Ridl.) Rauschert, 1983

Section Aporum


Homotypic Synonyms:
Dendrobium prostratum Ridl., J. Linn. Soc., Bot. 32: 248 (1896).
Aporum prostratum (Ridl.) Rauschert, Feddes Repert. 94: 441 (1983).

Aporum prostratum (Ridl.) Rauschert



Aporum prostratum (Ridl.) Rauschert



Aporum prostratum (Ridl.) Rauschert



Aporum prostratum (Ridl.) Rauschert



Aporum prostratum (Ridl.) Rauschert



Distribution:
W. Malesia
42 BOR MLY


Lifeform:
Pseudobulb epiphyte




Note :
Photo photo diambil insitu  oleh Lutfian Nazar di Taman Nasional Tajung Puting, Kalimantan Tengah (Borneo), Indonesia, tanggal 23 January 2013.

Plant sumatra already name as Dendrobium uniflorum Teijsm. & Binn., Natuurk. Tijdschr. Ned.-Indië 24: 313 (1862), nom. illeg.

By Unknown with No comments

Eurycaulis compressus (Lindl.) M.A.Clem., 2003


Homotypic Synonyms:
Dendrobium compressum Lindl., Edwards's Bot. Reg. 28(Misc.): 63 (1842).
Eurycaulis compressus (Lindl.) M.A.Clem., Telopea 10: 284 (2003).

Eurycaulis compressus (Lindl.) M.A.Clem.

Eurycaulis compressus (Lindl.) M.A.Clem pada mulanya diterbitkan oleh Jhon Lindey sebagai Dendrobium compressum Lindl. tahun 1842 (Tersedia copy descripsi dan illustrasi asli yang dapat di lihat di tautan LINK).

Anggrek ini dalam sejarahanya, berpuluh-puluh tahun didiagnosis salah oleh banyak orang sebagai Eurycaulis lamellatus (Blume) M.A.Clem. & D.L.Jones, 2003(Dendrobium lamellatum (Blume) Lindl., 1830).

Adalah botanis Heinrich Gustav Reichenbach yang tahun 1878 mempublikasi bahwa tanaman ini sinonim dengan Eurycaulis lamellatus (Blume) M.A.Clem. & D.L.Jones. Dalam tulisannya itu ia menceritakan bahwa contoh tanaman dari Burma yang dikirim kepadanya adalah sama dengan Dendrobium lamellatum (Blume) Lindl. Ia melekatkan nama Dendrobium compressum lindl. sebagai sinonim. Ditulisan itu juga terlampir sketsa yang baru.

Eurycaulis compressus (Lindl.) M.A.Clem. mempunyai 5 keel di labellum.


Publikasi yang dibuat Heinrich Gustav Reichenbach di atas banyak diikuti orang kala itu sehingga bertahun-tahun banyak yang menggantikan nama Dendrobium compressum Lindl. menjadi Dendrobium lamellatum (Blume) Lindley. Oleh sebab itu bila kita melihat cited dari nama Dendrobium lamellatum kita akan menemukan dua nama di belakang anggrek tersebut yaitu nama Blume dan Lindley yang di tulis bersama sebagai Dendrobium lamellatum (Blume) Lindl., 1830, oleh karena Lindley yang mentransfer Onychium lamellatum Blume, 1825 ke genus Dendrobium.

Adalah Gunnar Sendenfaden seorang botanis anggrek yang mempelajari anggrek-anggrek dari Indo-china terutama dari Thailand yang mempelajari kembali dua anggrek ini. Dalam tulisannya yang terbit di buku Contributions to the Orchid Flora of Thailand XIII  dia memaparkan opininya bahwa sangat sungkan untuk menyebut dua anggrek ini (D. lamellatum dan D. compressum) adalah tanaman yang sama. Sangat relatif sekali bila membandingkan keduanya, Sayangnya G. Sendenfaden menyebutkan dia tak bisa membuktikan keduanya sungguh-sungguh berbeda karena tidak mempunyai contoh tanaman hidup kedua anggrek itu yang bisa digunakan untuk memastikan temuan-temuannya dari melihat sketsa-sketsa, deskripsi dan awetan herbarium yang pernah dibuat sebelumnya. Dalam tulisan itu dia menguraikan secara singkat perbedaan-perbedaan keduanya.

Eurycaulis compressus (Lindl.) M.A.Clem. mempunyai umbi semu yang pipi, bisa mencapai 25 cm panjangnya bila dewasa.


Tahun 2003 nama Dendrobium compressum mulai bangkit dalam dunia anggrek. Penyebabnya adalah nama anggrek ini ditransfer ke genus baru menjadi Eurycaulis compressus (Lindl.) M.A.Clem.di tahun 2003 di Jurnal Botani Telopea asal negeri Kangguru. . Sedangkan Dendrobium lamellatum ditransfer terlebih dahulu, 1 tahun sebelumnya di Jurnal Orchadian. [Australasian Native Orchid Society]. Sydney, Australia tahun 2002. Jurnal Telopea dan Orchadian menjadi sangat fenomenal dan sangat terkenal di dunia oleh karena publikasi genus-genus baru sejak awal tahun 2000. Ditrasnfernya dua nama ini mengindikasikan adanya dukungan dari opini Seidenfaden dimasa lalu, bahwa dua species ini berbeda.

Di Indonesia, minimnya para penghobby anggrek dalam mengikuti perkembangan dunia taksonomi, membuat sosialisasi revisi menjadi sulit.

Mereka menolak dan enggan menerima nama-nama genus baru, oleh karena berpuluh puluh tahun mereka akrab dengan nama-nama yang dipakai oleh sistem takson sebelumnya yang membagi genus Dendrobium berdasarkan seksion-seksion.

Eurycaulis compressus (Lindl.) M.A.Clem.


Jurnal Telopea dan Orchadian menerbitkan hasil penelitian pengelompokan genus anggrek berdasarkan kode DNA. Dari sinilah lahir kembali dua genus yang dulunya dianggap tidak sesuai dalam takson yaitu Eurycaulis oleh Orchadian (2002) dan Anisopetala oleh Telopea (2003), yang menggantikan genus Dendrobium section Calcariferum. Dukungan juga dapat dari jurnal botani yang terbit di Amerika Latin.

Tahun 2011 saya mulai mencoba menguplaod photo-photo anggrek ini menggunakan tata nama baru. Berbagai penolakan dan tudingan banyak dilimpahkan ke saya kala itu karena menggangap saya menyebarkan informasi yang salah. Ini disebabkan kakunya dunia taksonomi kita (Indonesia) kala itu yang kebanyakan hanya mengacu ke data base KEW.  Kew kala itu  masih meletakan Dendrobium lamellatum sebagai sinonim Dendrobium compressum.

Sejalan dengan penolakan itu, saya mendapat banyak dukungan dari teman teman di Peninsular Malaysia dan Sumatra, yang bersedia memakai ID Eurycaulis compressum atau Dendrobium compressum setelah mendapat penjelasan, Jumlah photo tahun 2011 dan 2012 yang teruplaod menggunakan nama ini cukup banyak dan signifikan, termasuk contoh-contoh photo tanaman dari Borneo, Sumatra, Peninsular Malaysia dan Thailand. Beberapa orang teman saya anjurkan untuk membuat photo bedah bunga sebagai pembuktian.


Eurycaulis compressus (Lindl.) M.A.Clem. in situ.

Bulan Juni tahun 2012, data base Kew melakukan editing data. Dua species anggerek ini akhirnya terlihat data base KEW sebagai species berbeda. Jadi tak ada alasan lagi bila penganggrek Indonesia menolak melabel tanaman ini  sebagai  Dendrobium compressum Lindl.
(V. Agustin 15 February 2013).


Eurycaulis compressus (Lindl.) M.A.Clem. in situ.

Note :
Photo photo diambil insitu  oleh Lutfian Nazar di Taman Nasional Tajung Puting, Kalimantan Tengah (Borneo), Indonesia, tanggal 23 January 2013.


Tersedia deskripsi asli, varian warna bunga dan illustrasi anggrek ini di tautan LINK dan LINK




By Unknown with No comments

Aporum rosellum (Ridl.) Rauschert, Feddes Repert., 1983


Section Aporum


Eksistensi Aporum rosellum (Ridl.) Rauschert. di pulau Kalimantan secara resmi di catat dan dipublikasi oleh Elmer Drew Merril  di tulisannya berjudul A bibliographic enumeration of Bornean plants halaman 164 yang terbit tahun 1921. Kala itu anggrek ini dicatat sebagai species endemic Borneo yang berhabitat di Selabat, (Haviland cult. in. horto bot. Singapore), Sarawak. Sarawak adalah  satu negara bagian di utara pulau Kalimantan yang kini jadi wilayah Negeri Malaysia.

Saya telah melampirkan deskripsi dan copy sketsa asli yang dibuat oleh J. J. Smith yang dapat dipelajari oleh siapapun yang berminat mempelajari anggrek ini. Lampiran itu beserta area distribusi dan photo bentuk tanamannya bisa di lihat di tautan LINK dan LINK.

Etimology anggrek species ini berasal dari ciri-ciri bunganya yang berwarna seperti bunga mawar liar yaitu merah muda atau merah jambu (latin, rosea = merah muda). Tahun 1983 anggrek ini ditransfer ke genus yang lebih cocok dan tepat yaitu Aporum section Aporum oleh Rauschert.
(V. Agustin 14022013)



Homotypic Synonyms:
Dendrobium rosellum Ridl., J. Linn. Soc., Bot. 31: 268 (1896).
Aporum rosellum (Ridl.) Rauschert, Feddes Repert. 94: 441 (1983).


Aporum rosellum (Ridl.) Rauschert



Aporum rosellum (Ridl.) Rauschert



Aporum rosellum (Ridl.) Rauschert



Note :
Photo above capture by my friend Mr. Lutifian Nazhar from Tanjung Puting National Park, Central Kalimantan (Borneo), Indonesia on 22 January 2013.


By Unknown with No comments

Cordiglottis filiformis (Hook.f.) Garay, 1972


First description published as Sarcochilus filiformis Hook.fin Flora of British India 6: 39. 1894; and draw lines made by Hooker published in Icones Plantarum volume 22 : t. 2124 (1893). Hooker said the flowers much like those Sarcochilus trimeni Hook.f., but habit very different.

The type come from Larut, Perak, Peninsular Malaysia.

This photo capture from Tanjung Puting National Park, Central Borneo, Indonesia on 29 January 2013 by my friend Mr. Lutfian Nazar. Found as epiphyte at alt. c. 100 m.
(V. Agustin 13022013)

Homotypic Synonyms: 
Sarcochilus filiformis Hook.f., Fl. Brit. India 6: 39 (1890). (Kew 13022013)
Sarcochilus filiformis Hook.f., Fl. Brit. India 6: 39 (1894). (Correction)
Thrixspermum filiforme (Hook.f.) Kuntze, Revis. Gen. Pl. 2: 682 (1891).
Dendrocolla filiformis (Hook.f.) Ridl., J. Linn. Soc., Bot. 32: 382 (1896).
Cheirorchis filiformis (Hook.f.) Carr, Gard. Bull. Straits Settlem. 7: 46 (1932).
Cordiglottis filiformis (Hook.f.) Garay, Bot. Mus. Leafl. 23: 176 (1972).

Cordiglottis filiformis (Hook.f.) Garay



Cordiglottis filiformis (Hook.f.) Garay



Cordiglottis filiformis (Hook.f.) Garay



Cordiglottis filiformis (Hook.f.) Garay



Basionym :
Sarcochilus filiformis Hook.f., Fl. Brit. India 6: 39 (1890).




Drawlines : Sarcochilus filiformis in Icones Plantarum V 22: tab. 2124 (1894).





Distribution:
Pen. Thailand to Pen. Malaysia, N. Borneo
41 THA
42 BOR MLY


Lifeform:
Cham.



Determine by V. Agustin
Posted 13022013

By Unknown with No comments

Aporum subteres Griff., 1845



Homotypic Synonyms: 
Aporum subteres Griff., Calcutta J. Nat. Hist. 5: 370 (1845). 
Dendrobium subteres (Griff.) Lindl., J. Proc. Linn. Soc., Bot. 3: 4 (1858).
Callista subteres (Griff.) Kuntze, Revis. Gen. Pl. 2: 655 (1891).

Aporum subteres Griff.



Aporum subteres Griff.



Aporum subteres Griff.



Aporum subteres Griff.


Note : please leaves the message in comment below this site if you wanna give the correction or comment about this orchid. All comment will appreciate to us to make the correction ID better (admin)

Aporum subteres first time published by William Griffith in Calcutta Journal of Natural History, and Miscellany of the Arts and Sciences in India volume 5 : 370 (1845). The hollotype specimen collected from  on tree in Ayer Punnus (Rhim) Malacca, Peninsular Malaysia.

We this this is the ID because the flowers look like Aporum acerosum, but differ more bigger flowers, a bit differs apex labellum and plant more bigger than Aporum acerosum. This plant more longer than hollotypus habitus thats say the plant c. 1 foot or less long. This specimen reach 50 cm. long.

The characteristic labellum : labello spathulato emarginato plicato- undulato fundo sub.tricristato is fide in this specimen.

Leaves : foliis distantibus subteretibus compressis arcuatis patentipus is fide in this specimen.

Old manuscript in topic Aporum acerosum note the Aporum acerosum flower similar to Aporum subteres.

This specimen collected by Mr. Dwi Jaya Bc from Tanjung, South Kalimantan (Borneo), Indonesia. It is epiphyte in rubber tree in rubber plantation. The input data inform to me as follow :

  • Plant : c. 50 cm, zig-zag. Inter node c. 2 cm long
  • Leavess : c. 3.2 cm long by 2 mm broad, subterete arcuatis
  • Flower : Soliter, terminal in leafless stem. Size 1.2 cm broad by 2 cm long. Colour purple to roseis with dark crimson or reddish nerve.  Dorsal sepal 5 nerves, petals1 nerve, and lateral sepals 5 nerves.



Distribution: 
W. Malesia
42 BOR MLY PHI


Lifeform: 
Pseudobulb epiphyte

By Tun Jang with No comments

    • Popular
    • Categories
    • Archives