Phalaenopsis corningiana Rchb.f., 1879



Reported only found in Serawak, Borneo. This specimen found in Landak, West Kalimantan, Indonesia. This is to be new data distribution for Phalaenopsis corningiana Rchb.f., 1879.

This collection capture by Sonny Agus Sumarsono, flowering on March, 2013.

Homotypic Synonyms: 
Phalaenopsis corningiana Rchb.f., Gard. Chron., n.s., 11: 620 (1879). 
Polychilos corningiana (Rchb.f.) Shim, Malayan Nat. J. 36: 23 (1982).

Phalaenopsis corningiana Rchb.f.

Epiphytic or liyhophytic plant with vegetation (root, flower stalk, foliage) quite identical to Phalaenopsis sumatrana.
Flower stalk longer than the foliage with rachis very short, flexuous, little flowered.
Bracts triangular, cucullates, of 5 mm. Fleshy flower of 5 cm. Dorsal sepal obovate or oblanceolate, acute or almost obtuse, slightly canaliculate above, carinate dorsaly. Lateral sepals ovate, oblique, slightly canaliculate towards the apex, acute or almost obtuse, prominently carinate dorsally . Petals lanceolate or lanceolate-obovate, acute or obtuse. 3-lobed lip, shorter than the petals. Oblong-ligulate lateral lobes, truncated, with a cushion -like thickening in center. Midlobe almost oblong-elliptic, convex, with a membranous median keel. Apex finished by a callus covered of hairs. At junction of midlobe and lateral lobes, one finds a bifurcate fleshy callus, grooved along midline, basally extending into a pocket-shaped cavity. Column fleshy, arcuate, with a well-developped hood-like clinandrium with grossly erose-dentate margins, very similar cap with that of Phalaenopsis sumatrana. Pedicellate ovary of 4 cm.

Phalaenopsis corningiana Rchb.f.



Phalaenopsis corningiana Rchb.f.



Phalaenopsis corningiana Rchb.f.



Phalaenopsis corningiana Rchb.f.



Phalaenopsis corningiana Rchb.f., varian pattern sepals and petals



Phalaenopsis corningiana Rchb.f.


Observations 
The apical half of sepals and petals cream-coloured , is longitudinally barred of brown dark or of mahogany on a greenish yellow bottom. These bars can be convergent and form continuous spots. The base of sepals and petals is rather decorated of concentric bars also being able to converge. Midlobe and column bases magenta/carmin. Lateral lobes and column white. Thickening on each lateral lobe is yellow orange. Estival flowering. One finds it on cliffs limestones at altitudes varying between 450 and 600 meters, and on small trees from 3 to 6 meters. It is considered difficult in culture? The plant needs a strong humidity of the atmosphere, including the night. In nature night condensation covers the leaves abundantly. Scented flowering.

Labellum by Sweet

It's not alway easy to see difference between flowers of Phalaenopsis corningiana and Phalaenopsis sumatrana. Observation of the midlobe drawing by Sweet could give some indication. Fragrance of the two species is also quite distinct.

History 
Named in honor to Erasmus Corning, pioneer of the culture of the orchids in the E.U. on the request of Harry J.Veitch for which Corning was an important customer that it wanted to thank.

Distribution: 
Borneo (Sarawak). Our specimen from Landak, West Kalimantan, Indonesia
42 BOR


Lifeform: 
Epiphyte

Reference :
http://bernard.lagrelle.pagesperso-orange.fr/Corningiana/anglais/Phalaenopsis%20corningiana%20anglais.htm
http://apps.kew.org/wcsp/namedetail.do?name_id=151174

Posted 29032013

By Tun Jang with No comments

Urostachya densa (Ridl.) Rauschert, 1983


Sebelum di deskripsikan sebagai Eria densa Ridl. anggrek ini sudah lama dipelihara di Kebun Raya. Anggrek ini telah mengalami dua kali ditransfer ke genus baru. Genus yang paling sesuai adalah Urostachya. Rauschert  mentrasfer anggrek ke genus tersebut sehingga namanya menjadi Urostachya densa (Ridl.) Rauschert, 1983.

Pada basionym, Henry Nicholas Ridley mencantumkan bahwa di Kebun Raya anggrek ini sudah lama di label dengan nama Eria Musaefolia. Tapi sayang dia tak bsia menemukan referensi dimana Eria Musaefolia di publikasi, padahal nama itu sangat cocok menggambarkan anggrek ini. Akhirnya Ridley membulikasi dengan nama baru sebagai Eria densa kala itu.

Menurut Ridley anggrek ini sangat banyak kemiripan dengan Eria floribunda Ridl..

Descripsi asli. photo detail dan daerah sebaran anggrek ini tersedia di tautan LINK.

Typus : 
Bukit Larut, dan Bukit Hermitage,Perak, Peninsular Malaysia.
Havilan, Sarawak, Kalimantan (Borneo) Utara, Malaysia Timur.

Homotypic Synonyms:
Eria densa Ridl., J. Linn. Soc., Bot. 31: 281 (1896).
Urostachya densa (Ridl.) Rauschert, Feddes Repert. 94: 471 (1983).
Pinalia densa (Ridl.) W.Suarez & Cootes, Orchideen J. 16: 71 (2009).

Urostachya densa (Ridl.) Rauschert



Urostachya densa (Ridl.) Rauschert



Urostachya densa (Ridl.) Rauschert



Urostachya densa (Ridl.) Rauschert




Note :
Photo photo diambil insitu  oleh Lutfian Nazar di Taman Nasional Tajung Puting, Kalimantan Tengah (Borneo), Indonesia, tanggal 23 January 2013.



By Tun Jang with No comments

Robiquetia borneense (Rchb.f.) V. Agustin, com. nov.

This is allied to Robiquetia spathulata (Blume) J.J.Sm., 1912. Plant from Borneo already namely as Saccolabium borneense Rchb.f., 1881. According to trinomial nomeclature the name proposed to be
Robiquetia spathulata (Blume) J.J.Sm. 1912 subsp borneense Rchb.f., 1881. If using binomial nomenclature the name proposed to as new combination as a tittle in this site.
(V. Agustin, 15022013)

Characteristic :
This is a botanical curiosity, very promising in its fine, broad, short, unequally bilobud leaves, as long it is not in flower ; finally it produces a noddmg dense raceme of Sarcanthoid flowers of a peculiar ochre-cinnamon colour. The sepals and petals are oblong acute, connivent. The spur of the lip is elavate and depressed, with an abrupt broad top. The side laciniae are rounded and toothletted, the middle lacinia almost terete with an apiculus. It was introduced from Borneo, and has just flowered with Mr. W. Bull. It is near Saccolabium densiflorum Lindl., and its allies, H, G. Rchb.f.

Homotypic Synonyms:
Saccolabium borneense Rchb.f., Gard. Chron., n.s., 15: 563 (1881).
Robiquetia borneense (Rchb.f.) V. Agustin,  com. nov.

Robiquetia borneense (Rchb.f.) V. Agustin



Robiquetia borneense (Rchb.f.) V. Agustin



Robiquetia borneense (Rchb.f.) V. Agustin



Robiquetia borneense (Rchb.f.) V. Agustin

Basionym
Saccolabium borneense Rchb.f., Gard. Chron., n.s., 15: 563 (1881).



Distribution: 
Borneo
42 BOR MOL? PHI? SUL?


Lifeform:
Epiphytic cham.



Note :
Photo photo diambil insitu  oleh Lutfian Nazar di Taman Nasional Tajung Puting, Kalimantan Tengah (Borneo), Indonesia, tanggal 23 January 2013.

By Tun Jang with No comments

Aporum prostratum (Ridl.) Rauschert, 1983

Section Aporum


Homotypic Synonyms:
Dendrobium prostratum Ridl., J. Linn. Soc., Bot. 32: 248 (1896).
Aporum prostratum (Ridl.) Rauschert, Feddes Repert. 94: 441 (1983).

Aporum prostratum (Ridl.) Rauschert



Aporum prostratum (Ridl.) Rauschert



Aporum prostratum (Ridl.) Rauschert



Aporum prostratum (Ridl.) Rauschert



Aporum prostratum (Ridl.) Rauschert



Distribution:
W. Malesia
42 BOR MLY


Lifeform:
Pseudobulb epiphyte




Note :
Photo photo diambil insitu  oleh Lutfian Nazar di Taman Nasional Tajung Puting, Kalimantan Tengah (Borneo), Indonesia, tanggal 23 January 2013.

Plant sumatra already name as Dendrobium uniflorum Teijsm. & Binn., Natuurk. Tijdschr. Ned.-Indiƫ 24: 313 (1862), nom. illeg.

By Tun Jang with No comments

Eurycaulis compressus (Lindl.) M.A.Clem., 2003


Homotypic Synonyms:
Dendrobium compressum Lindl., Edwards's Bot. Reg. 28(Misc.): 63 (1842).
Eurycaulis compressus (Lindl.) M.A.Clem., Telopea 10: 284 (2003).

Eurycaulis compressus (Lindl.) M.A.Clem.

Eurycaulis compressus (Lindl.) M.A.Clem pada mulanya diterbitkan oleh Jhon Lindey sebagai Dendrobium compressum Lindl. tahun 1842 (Tersedia copy descripsi dan illustrasi asli yang dapat di lihat di tautan LINK).

Anggrek ini dalam sejarahanya, berpuluh-puluh tahun didiagnosis salah oleh banyak orang sebagai Eurycaulis lamellatus (Blume) M.A.Clem. & D.L.Jones, 2003(Dendrobium lamellatum (Blume) Lindl., 1830).

Adalah botanis Heinrich Gustav Reichenbach yang tahun 1878 mempublikasi bahwa tanaman ini sinonim dengan Eurycaulis lamellatus (Blume) M.A.Clem. & D.L.Jones. Dalam tulisannya itu ia menceritakan bahwa contoh tanaman dari Burma yang dikirim kepadanya adalah sama dengan Dendrobium lamellatum (Blume) Lindl. Ia melekatkan nama Dendrobium compressum lindl. sebagai sinonim. Ditulisan itu juga terlampir sketsa yang baru.

Eurycaulis compressus (Lindl.) M.A.Clem. mempunyai 5 keel di labellum.


Publikasi yang dibuat Heinrich Gustav Reichenbach di atas banyak diikuti orang kala itu sehingga bertahun-tahun banyak yang menggantikan nama Dendrobium compressum Lindl. menjadi Dendrobium lamellatum (Blume) Lindley. Oleh sebab itu bila kita melihat cited dari nama Dendrobium lamellatum kita akan menemukan dua nama di belakang anggrek tersebut yaitu nama Blume dan Lindley yang di tulis bersama sebagai Dendrobium lamellatum (Blume) Lindl., 1830, oleh karena Lindley yang mentransfer Onychium lamellatum Blume, 1825 ke genus Dendrobium.

Adalah Gunnar Sendenfaden seorang botanis anggrek yang mempelajari anggrek-anggrek dari Indo-china terutama dari Thailand yang mempelajari kembali dua anggrek ini. Dalam tulisannya yang terbit di buku Contributions to the Orchid Flora of Thailand XIII  dia memaparkan opininya bahwa sangat sungkan untuk menyebut dua anggrek ini (D. lamellatum dan D. compressum) adalah tanaman yang sama. Sangat relatif sekali bila membandingkan keduanya, Sayangnya G. Sendenfaden menyebutkan dia tak bisa membuktikan keduanya sungguh-sungguh berbeda karena tidak mempunyai contoh tanaman hidup kedua anggrek itu yang bisa digunakan untuk memastikan temuan-temuannya dari melihat sketsa-sketsa, deskripsi dan awetan herbarium yang pernah dibuat sebelumnya. Dalam tulisan itu dia menguraikan secara singkat perbedaan-perbedaan keduanya.

Eurycaulis compressus (Lindl.) M.A.Clem. mempunyai umbi semu yang pipi, bisa mencapai 25 cm panjangnya bila dewasa.


Tahun 2003 nama Dendrobium compressum mulai bangkit dalam dunia anggrek. Penyebabnya adalah nama anggrek ini ditransfer ke genus baru menjadi Eurycaulis compressus (Lindl.) M.A.Clem.di tahun 2003 di Jurnal Botani Telopea asal negeri Kangguru. . Sedangkan Dendrobium lamellatum ditransfer terlebih dahulu, 1 tahun sebelumnya di Jurnal Orchadian. [Australasian Native Orchid Society]. Sydney, Australia tahun 2002. Jurnal Telopea dan Orchadian menjadi sangat fenomenal dan sangat terkenal di dunia oleh karena publikasi genus-genus baru sejak awal tahun 2000. Ditrasnfernya dua nama ini mengindikasikan adanya dukungan dari opini Seidenfaden dimasa lalu, bahwa dua species ini berbeda.

Di Indonesia, minimnya para penghobby anggrek dalam mengikuti perkembangan dunia taksonomi, membuat sosialisasi revisi menjadi sulit.

Mereka menolak dan enggan menerima nama-nama genus baru, oleh karena berpuluh puluh tahun mereka akrab dengan nama-nama yang dipakai oleh sistem takson sebelumnya yang membagi genus Dendrobium berdasarkan seksion-seksion.

Eurycaulis compressus (Lindl.) M.A.Clem.


Jurnal Telopea dan Orchadian menerbitkan hasil penelitian pengelompokan genus anggrek berdasarkan kode DNA. Dari sinilah lahir kembali dua genus yang dulunya dianggap tidak sesuai dalam takson yaitu Eurycaulis oleh Orchadian (2002) dan Anisopetala oleh Telopea (2003), yang menggantikan genus Dendrobium section Calcariferum. Dukungan juga dapat dari jurnal botani yang terbit di Amerika Latin.

Tahun 2011 saya mulai mencoba menguplaod photo-photo anggrek ini menggunakan tata nama baru. Berbagai penolakan dan tudingan banyak dilimpahkan ke saya kala itu karena menggangap saya menyebarkan informasi yang salah. Ini disebabkan kakunya dunia taksonomi kita (Indonesia) kala itu yang kebanyakan hanya mengacu ke data base KEW.  Kew kala itu  masih meletakan Dendrobium lamellatum sebagai sinonim Dendrobium compressum.

Sejalan dengan penolakan itu, saya mendapat banyak dukungan dari teman teman di Peninsular Malaysia dan Sumatra, yang bersedia memakai ID Eurycaulis compressum atau Dendrobium compressum setelah mendapat penjelasan, Jumlah photo tahun 2011 dan 2012 yang teruplaod menggunakan nama ini cukup banyak dan signifikan, termasuk contoh-contoh photo tanaman dari Borneo, Sumatra, Peninsular Malaysia dan Thailand. Beberapa orang teman saya anjurkan untuk membuat photo bedah bunga sebagai pembuktian.


Eurycaulis compressus (Lindl.) M.A.Clem. in situ.

Bulan Juni tahun 2012, data base Kew melakukan editing data. Dua species anggerek ini akhirnya terlihat data base KEW sebagai species berbeda. Jadi tak ada alasan lagi bila penganggrek Indonesia menolak melabel tanaman ini  sebagai  Dendrobium compressum Lindl.
(V. Agustin 15 February 2013).


Eurycaulis compressus (Lindl.) M.A.Clem. in situ.

Note :
Photo photo diambil insitu  oleh Lutfian Nazar di Taman Nasional Tajung Puting, Kalimantan Tengah (Borneo), Indonesia, tanggal 23 January 2013.


Tersedia deskripsi asli, varian warna bunga dan illustrasi anggrek ini di tautan LINK dan LINK




By Tun Jang with No comments