Distichorchis moquetteana (J.J.Sm.) M.A.Clem.2003

Dideskripsikan pertama kali oleh Mr. J. P. Moquette dari specimen tanaman anggrek dari pulau Kalimantan yang di tangkar di Kebun Raya Bogor (Buitenzorg) . Nama beliau di abadikan pada anggrek ini dan di publikasi dengan nama Dendrobium moquetteanum (seksien : Distichophyllum) pada jurnal jurnal botani yang di terbitkan oleh Kebun Raya Bogor (KRB) yaitu Bulletin du Jardin botanique de Buitenzorg No.XXV halaman 50-51 tahun 1917.

Homotypic Sinonim:
Dendrobium moquetteanum J.J.Sm., Bull. Jard. Bot. Buitenzorg, II, 25: 50 (1917).
Distichorchis moquetteana (J.J.Sm.) M.A.Clem., Telopea 10: 281 (2003).

Sebaran :
Endemik Pulau Kalimantan (Borneo).

Distichorchis moquetteana dari Kalimantan tengah (Central Borneo).
Photo courtesy Wawan Prastiawan.
Habitat :
Hutan pegunungan dataran rendah (hutan montana) pulau Kalimantan (Borneo) pada ketinggian sekitar 400 - 1400 meter dari permukaan laut.

Anggrek alam Distichorchis moquetteana  memerlukan cahaya penuh dan kehangatan penuh sinar matahari. Jangan menyiramnya terlalu sering dan basah karena anggrek ini membutuhkan kelembaban yang sedang sedang saja. Media yang cocok adalah moss dan kulit kayu cincang dari pohon cemara cemaraan, atau perlakukan dia seperti anggrek epifit lain yang menempel pada pohon atau pohon pakis tiang.


Distichorchis moquetteana, terlihat lidahnya cukup panjang dengan sepal dan petal melengkung.
(Photo Courtesy Wawan Prastiawan)


Bunga :
Bunga tunggal pada setiap tangkai bunga. Mempunyai lidah bunga yang cukup lebar sekitar 1,5 cm dan panjang lidah rata-rata sekitar 2 cm. Ujung lidah membelah dua secara tumpul. Pada umumnya lidah mempunyai 3 garis yang berwarna coklat sampai merah yang sejajar dan mengarah keluar sepanjang lebih 3/4 lidah bagian dalam seperti nampak di photo di atas.
Kelopak bunga sepal dan petal melengkung ke belakang sedemikian rupa dengan warna putih seperti salju. Sirip punggung sepal lonjong - bulat telur.


Tampilan batang tanaman anggrek Distichorchis moquetteana .
Photo courtesy Wawan Prastiawan.

Batang :
Beruas ruas seperti umumnya anggrek dendrobium. Umumnya batangnya berwarna pucat kelabu sampai hijau, dengan diameter sekitar 0,5 cm. Panjang batang bisa mencapai sekitar 75 cm dengan ukuran daun yang bervariasi.

By Tun Jang with No comments

0 comments:

Post a Comment