Showing posts with label Coelogyne. Show all posts
Showing posts with label Coelogyne. Show all posts

Coelogyne asperata Lindl. 1849

Coelogyne asperata

Section :
Verrucosae

Sinonim :
Coelogyne lourii Paxton; Cymbidium robustum Gilli; Pleione asperata (Lindl.) Kuntze

Persebaran :
Hampir di semua pulau besar di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara termasuk Filipina dan Malaysia.

Habitat :
Hidup menempel pada batang pohon besar di hutan-hutan hijau pada pada ketinggian rendah hingga mencapai 1600 meter diatas permukaan laut.

Coelogyne asperata brown lip




Lingkar bunga 5-6 cm, bisa terdiri dari 8-20 kuntum bunga berukuran besar, berbentuk bulat telur, memiliki aroma wangi serta lapisan lilin pada permukaan bunga. Oleh masyarakat di Kalimantan Tengah sering disebut juga "Anggrek Mutiara", mungkin ini dikarenakan oleh bunganya yang cantik dan besar.

Coelogyne asperata var alba. Photo courtesy by Ariek Firmansyah
.

By Sony Wibisono Blog with No comments

Coelogyne pandurata Lindley 1853



Section:
Verrucosae

Synonyms:
Pleione pandurata (Lindl.) Kuntze 1891; Coelogyne peltastes var. unguiculata J.J.Sm. 1927

Sebaran:
Kalimantan dan Sumatra.

Habitat:
Menjalar pada batang pohon di daerah dekat tepian sungai atau di hutan dataran rendah.Pandurata berasal dari kata "pandurate" yang berarti "berbentuk biola", ini merujuk pada bentuk lidah bunganya. Pseudobulbs (umbi semu) berbentuk bulat cembung dan terdapat 2 daun berbentuk agak oval dan meruncing pada ujungnya. Bunga tidak tahan lama (kurang dari 2 minggu), berlilin, harum, berjumlah hingga 15 bunga pada setiap tangkai dengan lebar bunga 7-10 cm.

Di Indonesia sangat terkenal dengan sebutan "Anggrek Hitam", tetapi bagian hitamnya justru hanya pada bagian permukaan lidahnya saja, sedangkan bagian yang lebih besar yaitu mahkota dan kelopaknya berwarna hijau muda.

By Sony Wibisono Blog with No comments